Taukah Ibu, Ada 5 Ciri Tumbuh Kembang Bayi Tidak Normal

Ibu sudah seharusnya jika anda lebih teliti dan cermat dalam memperhatikan tumbuh kembang bayi anda. Jangan sampai anda lengah dan menyesal di kemudian hari dikarenakan kelalaian anda dalam memperhatikan tandanya. Sebenarnya ibu, bayi yang tumbuh kembangnya tidak normal pastinya memberikan ciri tersendiri sebagai peringatan kepada orang sekitar atau orang tuanya.

Tanda bayi memiliki pertumbuhan yang tidak normal, sebenarnya bisa kita ketahui dengan mudah. terutama bila kita sudah terbiasa melihat anak-anak lain pada umumnya. Sebab anak yang memiliki pertumbuhan tidak normal, pasti tumbuh kembang nya berbeda dengan anak yang lain. meskipun terkadang tandanya sangat tipis.

Ciri-ciri Anak Tumbuh Tidak Normal

Nah, dari sekian banyak diri-diri anak yang memiliki perkambangan tidak normal, ada beberapa tanda yang paling umum dan akurat. Inilah 5 ciri tumbuh kembang bayi tidak normal yang sudah sewajarnya ibu untuk tahu dan paham :

  1. Bayi lahir masuk kategori BBLR

Saat bayi lahir seharusnya berat badan minimalnya adalah 2,5 kg, sehingga jika dibawah angka tersebut masuk ke kategori BBLR. Bayi lahir dengan berat badan rendah sudah harus diraat dengan khusus agar bisa tumbuh kembang secara normal. Apabila dibiarkan saja maka bayi tersebut berisiko untuk tumbuh kembang tidak normal bahkan bisa menyebabkan kematian.

  1. Bayi kurus dan perut buncit

Jika bayi anda kurus dan perut buncit disertai pandangan mata kosong (mata terlihat cekung) kemungkinan besar bayi anda mengalami busung lapar. Busung lapar pada bayi menyebabkan tumbuh kembang bayi menjadi tidak normal alias terhambat. Sebaiknya anda memperhatikan asupan nutrisi bayi anda dengan anda mengkonsumsi makanan yang bergizi. Kalau tidak busung lapar bisa juga bayi mengalami cacingan.

  1. Kulit bayi ketika ditekan tidak elastic

Satu lagi ciri bayi tumbuh kembang tidak normal adalah saat kulitnya anda tekan, kulit tidak mudah kembali/ tidak elastic seperti pada umumnya. Keadaan ini dikarenakan bayi anda mengalami kekurangan zat gizi vitamin B. Untuk terhindar dari masalah tersebut, maka anda dan bayi anda banyak mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin B.

  1. Berat badan bayi terlalu berat

Berat badan bayi terlalu berat sudah pasti mengalami obesitas. Obesitas pada bayi atau balita seharusnya dihindari karena menyebabkan terjadinya penyakit degenerative (misalnya diabetes mellitus) di masa mendatang dan tumbuh kembangnya menjadi tidak normal. Sebaiknya anda mengatur gizi bayi dan balita anda, lebih baik jika anda memberikan ASI eksklusif dibandingkan memberikan susu formula yang terlalu tinggi kadar gulanya.

  1. Penglihatan bayi anda terganggu

Jika penglihatan bayi anda terganggu misalnya mengalami rabun senja atau melihat kurang jelas (minus) maka kekurangan asupan vitamin A. jika keadaan ini anda biarkan saja, bayi atau balita anda akan mengalami xerothalmia. Xerothalmia adalah suatu keadaan berat dimana karena efek kekurangan vitamin A. Sebaiknya ibu membiasakan ibu dan balitanya untuk makan sayur dan buah yang mengandung beta karoten, hati ampela dan lain sebagainya. Dan berikan vitamin A yang bisa anda dapatkan di posyandu, puskesmas atau bidan terdekat pada bulan Februari dan Agustus setiap tahunnya.

Itulah beberapa tanda tumbuh kembang bayi yang tidak normal. Jadi jika bunda menemukan si kecil mengalami beberapa tanda di atas, ada baiknya bunda segera memeriksakanya pada dokter si kecil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *