Langgar Lalu Lintas, Pelajar Disuruh Push Up

(Foto:Marieska)

Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Depok memberlakukan hukuman push up bagi pengendara yang melanggar lalu lintas dalam razia kendaraan. Hukuman tersebut dikenakan kepada pelanggar lalu lintas di wilayah Perumahan Grand Depok City.

Empat pengendara sepeda motor diberikan sanksi push up karena kedapatan tidak melengkapi kendaraannya dengan surat-surat kendaraan, tidak memakai helm, tidak menggunakan plat nomor, dan berboncengan tiga orang.

”Pengendara yang mendapat sanksi push up kebanyakan pelajar yang melanggar peraturan lalu lintas” Kanit Lantas Polsek Sukmajaya ujar AKP Sodik, Kamis (25/04/2013).

Menurut Sodik, hal itu diterapkan untuk menegakkan peraturan lalu lintas kepada masyarakat, khususnya pelajar. Pihaknya tidak harus melulu melakukan tindakan dengan tilang.

Saat menghadapi para pelajar yang melanggar, ada dua opsi yang bisa diberikan, apakah ditindak secara hukum atau pemberian sanksi dari petugas. “Kalau pengendara bersedia dilakukan tilang, kita berikan surat tilang. Tetapi kalau pengendara memilih opsi diberikan sanksi dari petugas, maka kita berikan sanksi fisik berupa push up. Hukuman push up untuk memberikan efek jera dan pembelajaran kepada pelajar,” ujar Sodik.

Selain memberikan sanksi fisik, petugas juga menahan satu unit sepeda motor yang tidak bisa menunjukkan surat-surat kendaraan.”Terpaksa kita tahan karena tidak bisa menunjukkan surat-surat,” kata .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *